TARBIYAH ONLINE: Haji

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Showing posts with label Haji. Show all posts
Showing posts with label Haji. Show all posts

Saturday, August 10, 2019

6 Amalan Sunnah di Hari Raya Sebelum Menuju Shalat Idul Adha

August 10, 2019 0

Tarbiyah.online – Jelang Idul Adha tahun ini berbagai amalan sunnah bisa dilakukan sebelum Hari Raya Qurban tiba.

Amalan sunnah ini bisa dilakukan di beberapa waktu sebelum Hari Idul Adha 2019.

Dari salah satu sumber terpercaya, nu.or.id, setidaknya ada 6 ibadah sunnah.

Berikut kesunahan yang dianjurkan oleh para ulama.

Pertama, mengumandangkan takbir di masjid atau rumah pada malam hari raya.

Kedua, mandi sebelum berangkat untuk shalat Id ke masjid. Di mana, mandi bertujuan untuk membersihkan seluruh tubuh dari kotoran yang menempel agar saat beribadah badan kita sudah bersih.

Ketiga, ialah memakai wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, dan menghilangkan bau tidak enak.

Keempat, pakailah pakaian terbaik, dan sudah pasti bersih serta suci.

Kelima, saat akan berangkat salat, ada baiknya kamu berjalan kaki karena hal itu lebih diutamakan. Pilihlah juga dua jalan yang berbeda saat akan berangkat dan saat pulang dari salat Idul Adha.

Keenam, untuk Hari Raya Idul Adha disunnahkan makan setelah selesai melaksanakan shalat Id, berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri disunahkan makan sebelum melaksanakan shalat Id. 

Pada masa Nabi SAW makanan tersebut berupa kurma yang jumlahnya ganjil, entah itu satu biji, tiga biji ataupun lima biji, karena makanan pokok orang arab adalah kurma. 

Jika di Indonesia makanan pokok adalah nasi, akan tetapi jika memiliki kurma maka hal itu lebih utama, jika tidak mendapatinya maka cukuplah dengan makan nasi atau sesuai dengan makanan pokok daerah tertentu.

Namun, beberapa hari sebelum Idul Adha, ada juga sunnah yang tak kalah penting. Yakni sunnah melakukan puasa Tarwiyah dan Arafah.
Read More

Ini Doa dan Wirid Yang Dibaca Selama Bulan Dzulhijjah

August 10, 2019 0

Tarbiyah.onlineBulan Zulhijjah merupakan salah satu yang mempuyai banyak kelebihan dan fadhilah. Namun teristimewa dalam satu hinnga sepuluh Zulhijjah sebagai yang mempunyai banyak kelebihnnya.

Satu Zulhijjah hingga 10 Zulhjjah merupakan hari-hari yang baik untuk meperbanyak amalan. Pada hari-hari ini juga di sunatkan untuk berpuasa. Selain itu juga di anjurkan memperbanyak zikir dan doa. Diantara zikir dan doa yang dapat di amalkan selama sepuluh hari di awal bulan Zulhijjah adalah :

Doa di bawah ini di baca setiap hari selama sepuluh hari zulhijjah:

لا إله إلا الله عدد الليالي والدُّهور. لا إله إلا الله عدد الأيام والشهور. لا إله إلا الله عدد أمواج البحور. لا إله إلا الله عدد أضعاف الأجور. لا إله إلا الله عدد القطر والمطر. لا إله إلا الله عدد أوراق الشجرِ. لا إله إلا الله عدد الشّعر والوَبَر. لا إله إلا الله عدد الرمل والحجر. لا إله إلا الله عدد الزَّهر والثمر. لا إله إلا الله عدد أنفاس البشر. لا إله إلا الله عدد لمح العيون. لا إله إلا الله عدد ما كان وما يكون. لا إله إلا الله تعالى عما يشركون. لا إله إلا الله خير مما يجمعون لا إله إلا الله في الليل إذا عسعس. لا إله إلا الله في الصبح إذا تنفَّس. لا إله إلا الله عدد الرِّياح في البرارِي والصخور. لا إله إلا الله من يومنا هذا إلى يوم يُنفخُ في الصور. لا إله إلا الله عدد خلقه أجمعين. لا إله إلا الله من يومنا هذا إلى يوم الدين 
Imam ath-Thabari meriwayatkan, siapa yang membaca doa di bawah ini sepuluh kali setiap hari hingga 10 Zulhijjah akan di ampunkan dosanya yang terdahulu dan yang kedepan.
لا إله إلا الله عدد الدهور، لا إله إلا الله عدد أمواج البحور، لا إله إلا الله عدد النبات والشجر، لا إله إلا الله عدد القطر والمطر، لا إله إلا الله عدد لمح العيون، لا إله إلا الله خيرٌ مما يجمعون، لا إله إلا الله من يومنا هذا إلى يوم يُنفخُ في الصور
Pengarang kitab Kanzun Najah, Syeikh Abdul Hamid mengatakan bahwa yang lebih baik kedua doa tersebut di baca 10 kali setiap hari, namun bila ingin membacanya salah satu saja maka yang kedua lebih utama.
Beliau melanjutkan salah satu doa yang baik di amalkan di 10 hari Zulhijjah doa yang beliau kutip dari tulisan seorang ulama shalih yang di riwayatkan dari Syeikh Khattab al-Makki al-Maliky, beliau menjelaskan di tuntutkan untuk mengulang ulang doa ini semampunya tanpa ada jumlah yang tertentu, doa ini berfaedah untuk memudahkan kelancaran dalam membayar utang.
(اللهم) فرَجَكَ القريبَ (اللهم) ستركَ الحصينَ (اللهم) معرُوفَك القديمَ (اللهم) عوائدَك الحسنةَ (اللهم) عطاك الحسنَ الجميلَ، يا قديم الإحسان إحسانك القديمَ، يا دائم المعرُوفِ معروفك الدائمَ
Imam al-Allamah Syarif Maul `ainan dalam kitab Na`atil badayat, menyebutkan salah satu wirid yang berfaedah selama 10 hari Zulhijjah adalah doa yang di ajarkan oleh Rasulullah kepada shahabat-shahabat khusus yaitu :
حسبِيَ الله وكفى، سمع الله لمن دعا، ليس وراءه منتهى، من توكّل على الله كُفِي، ومن اعتصم بالله نجا

Oleh Teungku Helmi Abu Bakar El-Langkawi,  Pengajar di Dayah MUDI Mesra Samalanga.
Referensi:Kanz Najah was surur fi ad`iyah allati tasyrah shudur, karangan Syeikh Abdul Hamid Qudus. (FB Abu MUDI)
Read More

Saturday, August 3, 2019

Doa untuk Orang Naik Haji dan Orang yang Ditinggalkan

August 03, 2019 0

Tabiyah.onlineIslam menganjurkan umatnya di samping bekerja semaksimal mungkin juga di iringi dengan doa. Kedudukan doa itu merupakan senjata orang mukmin.

Termasuk dianjurkan untuk mendoakan jamaah haji agar mendapatkan haji yang maqbul dan mabrur. Hal sama juga kepada Kita sebagai pengantar haji untuk mendoakan jamaa haji. Telah disebutkan Imam Ghazali dalam karyanya Ihya Ulumuddin bahwa ketika akan berpisah setelah mengantarkan para jamaah haji atau umrah , kita disunahkan untuk mendoakan mereka dengan doa berikut:

  فِيْ حِفْظِ اللهِ وَكَنفِهِ وَزَوَّدَكَ اللَهَ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَوَجَّهَكَ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا كُنْتَ

Fi hifdzillahi wa kanafihi wa zawwadakallahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa wajjahaka lil khairi ainama kunta,

Artinya: Semoga engkau selalu dalam penjagaan Allah dan perlindungannya, semoga Allah memberikan bekal ketakwaan kepadamu dan mengampuni dosamu, dan semoga Allah memberikan kebaikan dimanapun kamu berada.

Anjuran berdoa tersebut telah disebhtkan dalam hadis hasan yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Hibban. Atau bisa juga dengan doa riwayat Ahmad berikut ini

أستودع الله دينك وأمانتك وخواتيم عملك

 Astaudi’ullaha dinaka wa amanataka wa khawatima ‘amalika

Artinya: Aku menitipkan agamamu, amanahmu dan perbuatanmu yang terakhir kepada Allah.

Doa Orang Naik Haji kepada yang ditinggalkan

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).”

Doa tersebut merujuk kepada hadis Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ 

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)” (HR. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358).

Mari kita terus perbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga juga kaum muslimin dan semuanya semoga mendapatkan ampunan, keselamatan, tercapai hajat, selamat iman dan lainnya.

Oleh: Teungku Helmi Abu Bakar El-Langkawi, MA, Pengajar di Dayah Mudi Mesra Samalanga (dikutip dari berbagai sumber)
Read More