Kisah Waliyullah: Imam Ja'far Shadiq, Karamah dan Hikmahnya - TARBIYAH ONLINE

Terbaru

Saturday, November 30, 2019

Kisah Waliyullah: Imam Ja'far Shadiq, Karamah dan Hikmahnya


Kisah | Membaca Kisah Kisah Waliyullah sangat di anjurkan karena memiliki manfaat yang luar biasa bagi kita dalam menjalani kehidupan. banyak hal yang bisa kita contoh dari mereka baik dalam hal ibadah, mu’amalah dan mu’asyarah (pergaulan). Kita mulai dengan kisah seorang Ahlul bait Nabi SAW yang mulia, yakni Sayyidina Ja’far Shadiq r.a

Imam Ja’far Shadiq, Karomah dan Kalam Hikmahnya

Lahir di Madinah 17 Rabi’ul Awal tahun 83 H. Beliau merupakan keturunan Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina ‘Ali dan Sayyidatina Fathimah anak perempuan Nabi SAW. Nama beliau adalah Ja’far bin Muhammad bin ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Saydina Husein bin Sayyidina ‘Ali suami dari Siti Fathimah binti Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

Kun-yah atau panggilannya adalah Abu ‘Abdillah. Beliau memiliki banyak gelar/laqab, antara lain yang paling masyhur As-Shaadiq. Di gelari demikian karena kejujuran dan kebenaran yang ada padanya, baik pada tutur katanya, hadits-hadits yang diriwayatkannya beserta perilaku dan perbuatannya yang mencerminkan kebenaran dan keta’atan.

Imam Ja’far Shadiq meninggal di Madinah pada tahun 148 H dan dimaqamkan di Baqi’ berdekatan dengan maqam ayah, kakek, dan datuknya (Semoga Allah Meridhai Mereka semua).

Karamah

Ketika kita membaca setiap kisah waliyullah, tentulah tidak terlepas dari karomah atau kemuliaan yang Allah Berikan kepada mereka. Demikian pula halnya dengan Sayyidina Ja’far Shadiq, beliau memiliki banyak karomah (kemuliaan), diantara lain sebagai berikut :

Beliau adalah seorang tokoh shufi yang tinggi Ma’rifatnya dan memiliki ilmu sangat luas, mujtahid fiqih, bersifat wara’ dan sifat terpuji lainnya.

Memiliki ribuan murid dari golongan ulama-ulama tersohor seperti Abu Hanifah (Pendiri mazhab Hanafi), Imam Malik bin anas (pendiri mazhab Maliki), Sufyan At-tsauri salah seorang tokoh sufi ternama, Daud At-Tha-I juga tokoh sufi ternama, Dan banyak lagi lainnya.

Imam Ja’far Shadiq pernah berkata “Hadits-hadits yang aku riwayatkan adalah dari bapakku, bapakku meriwayatkannya dari kakekku, setiap hadits dari kakekku adalah dari ‘Ali bin Abi Thalib dan hadits-hadits dari Amirul Mukminin adalah dari Rasulullah SAW, dan Hadits-hadits Rasulullah adalah Allah ‘Azza wa Jalla”

Dalam kitab Tazkiratul Auliya karya Syeikh Fariduddin ‘Athar terdapat satu kisah: Pada Suatu malam khalifah Al-Manshur yang berkuasa pada saat itu hendak mencelakai Imam Ja’far Shadiq. Ia berkata kepada salah seorang menterinya: “carilah Ja’far dan bawa kehadapan ku!”, lalu sang mentri menjawab:
“Wahai amirul mukminin, beliau adalah seorang yang suka menyendiri dari manusia dan lebih memilih beribadah kepada Allah SWT, ia tidak pernah bermaksud mengincar kepemimpinan anda”. Namun sang khalifah tetap bersikeras dengan tujuannya, yakni membunuh Imam Ja’far Shadiq. Sang mentri pun mencari Imam Ja’far dan memohon agar kiranya dapat memenuhi undangan khalifah tuk datang kerumahnya.

Singkat cerita, akhirnya sang khalifah pun tidak jadi membunuhnya karena ketika Imam Ja’far masuk kerumahnya, khalifah melihat ada seekor ular yang sangat besar yang ikut masuk bersama beliau dan seolah olah hendak melahap rumah beserta seluruh isinya. Sang khalifah menjadi takut dan gemetar lalu memberi isyarah kepada prajuritnya untuk membiarkan Imam Ja’far kembali pulang ke kediamannya dengan selamat.

Sayyidina Ja’far Shadiq orang yang maqbul doanya. Dalam kitab Shafatusshafwah karya Imam Jamaluddin bin Al-Jauzi, terdapat satu riwayat dari Al-Laits bin sa’ad ia bercerita: pada tahun 113 H aku mendatangi mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Pada suatu hari setelah melaksanakan shalat ‘ashar aku naik ke puncak jabal Abi Qubais. Tiba tiba aku melihat ada seseorang yang sedang duduk bersimpuh sambil berdoa:
“Ya Allah Ya Allah, Wahai Tuhan, Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Rahim, Ya Arhamaraahimin, Ya Allah aku ingin sekali makan buah anggur segar, ku mohon berilah!, dan pakaian ku sudah sangat lusuh…!”.

Al-Laits melanjutkan kisahnya: Demi Allah, sebelum doanya habis, tiba-tiba aku melihat satu keranjang dipenuhi dengan anggur segar padahal saat itu bukanlah musim anggur. Dan aku juga melihat dua helai pakaian yang sangat indah.

Kalam Hikmah

Setiap membaca Kisah Waliyullah, tak lengkap rasanya bila tidak mengetahui kalam-kalam hikmah mereka. Ada banyak kalam hikmah beliau, diantaranya :

  • Barangsiapa yang tidak murka terhadap kekerasan, maka ia tidak mensyukuri nikmat.
  • Setiap maksiat yang berawal dari rasa takut dan akhirnya keozoran (keberatan), maka maksiat seperti itu dapat membawaki si hamba mendekat kepada Allah. Sedangkan segala keta’atan yang awalnya rasa aman dan akhirnya timbul ‘ujub akan dapat menjauhkan si hamba dari Allah. Karena sesungguhnya orang yang ta’at disertai sifat ‘ujub adalah ahli maksiat, sedangkan Orang yang Maksiat disertai dengan keozoran (keberatan/halangan) adalah Ahli Ta’at.
  • Ibadah tidak akan sah melainkan dengan Taubat, karena Allah Ta’ala mendahulukan taubat diatas ibadah dalam firmannya: {التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ}
  • Al-‘isyq adalah merupakan Gila Ilahi/Ketuhanan (Gila kepada Tuhan), ia tidaklah dihukum lagi tidak tercela.
  • Mukmin adalah orang yang berdiri ia bersama dirinya sedangkan ‘Arif adalah orang yang berdiri bersama (ridha) Allah.
  • Allah Ta’ala memiliki syurga dan neraka di dunia ini. Adapun Syurga di dunia adalah Kesejahteraan sedangkan Neraka di dunia adalah Bala/Musibah. kesejahteraan adalah menyerahkan sepenuhnya setiap urusan kepada Allah, sedangkan Bala adalah ketiadaan berserah diri kepada-Nya.
  • Orang Fakir yang Sabar lebih utama ketimbang Orang Kaya yang Syukur. Karena hati orang fakir sibuk dengan mengingat Allah, sedangkan hati orang kaya sibuk dengan harta.

Demikian tulisan yang sangat ringkas tentang Kisah Sayyidina Ja’far Shadiq r.a, semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mencintai Nabi SAW beserta seluruh ahlul baitnya dan sekalian Wali-wali Allah di atas permukaan bumi. Mudah-mudahan Kisah Waliyullah ini dapat bermanfaat buat kita semua, amiin ! Wallaahua’lambisshawab!

Oleh Muhammad Haekal, Alumni Ponpes Moderen Babun Najah Banda Aceh juga Santri di Dayah Raudhatul Hikmah Al-Waliyyah, Banda Aceh.
Artikel ini juga telah tayang di Pecihitam.org

No comments:

Post a Comment