Doa untuk Orang Naik Haji dan Orang yang Ditinggalkan - TARBIYAH ONLINE

Terbaru

Saturday, August 3, 2019

Doa untuk Orang Naik Haji dan Orang yang Ditinggalkan


Tabiyah.onlineIslam menganjurkan umatnya di samping bekerja semaksimal mungkin juga di iringi dengan doa. Kedudukan doa itu merupakan senjata orang mukmin.

Termasuk dianjurkan untuk mendoakan jamaah haji agar mendapatkan haji yang maqbul dan mabrur. Hal sama juga kepada Kita sebagai pengantar haji untuk mendoakan jamaa haji. Telah disebutkan Imam Ghazali dalam karyanya Ihya Ulumuddin bahwa ketika akan berpisah setelah mengantarkan para jamaah haji atau umrah , kita disunahkan untuk mendoakan mereka dengan doa berikut:

  فِيْ حِفْظِ اللهِ وَكَنفِهِ وَزَوَّدَكَ اللَهَ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَوَجَّهَكَ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا كُنْتَ

Fi hifdzillahi wa kanafihi wa zawwadakallahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa wajjahaka lil khairi ainama kunta,

Artinya: Semoga engkau selalu dalam penjagaan Allah dan perlindungannya, semoga Allah memberikan bekal ketakwaan kepadamu dan mengampuni dosamu, dan semoga Allah memberikan kebaikan dimanapun kamu berada.

Anjuran berdoa tersebut telah disebhtkan dalam hadis hasan yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Hibban. Atau bisa juga dengan doa riwayat Ahmad berikut ini

أستودع الله دينك وأمانتك وخواتيم عملك

 Astaudi’ullaha dinaka wa amanataka wa khawatima ‘amalika

Artinya: Aku menitipkan agamamu, amanahmu dan perbuatanmu yang terakhir kepada Allah.

Doa Orang Naik Haji kepada yang ditinggalkan

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).”

Doa tersebut merujuk kepada hadis Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ 

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)” (HR. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358).

Mari kita terus perbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga juga kaum muslimin dan semuanya semoga mendapatkan ampunan, keselamatan, tercapai hajat, selamat iman dan lainnya.

Oleh: Teungku Helmi Abu Bakar El-Langkawi, MA, Pengajar di Dayah Mudi Mesra Samalanga (dikutip dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment