MENYEBAR FITNAH, PERILAKU SI ANAK ZINA - TARBIYAH ONLINE

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Friday, May 11, 2018

MENYEBAR FITNAH, PERILAKU SI ANAK ZINA

Alquran menyebut fitnah sebagai namimah dan hammalah. Yang mempunyai makna menyebarkan kebohongan demi merusak citra seseorang, memperkeruh suasana dan menghancurkan hubungan yang telah terjalin. Namimah juga memiliki makna membongkar rahasia dan menyebarkan sesuatu yang tidak disukai darinya.
Dalam Alquran Allah SWT menyebutkan, pada Surah Al Qalam ayat 10-13:
"Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya (zaniim), karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak."

Berkaitan dengan ayat diatas, Imam Abdullah ibnul Mubarak berkata: "dia yang dimaksud pada ayat diatas adalah anak hasil zina, tidak bisa menyembunyikan pembicaraan". Ia (Ibnul Mubarak) mengisyaratkan bahwa setiap orang yang tidak bisa menyembunyikan pembicaraan dan melakukan namimah, perbuatannya itu menunjukkan bahwa ia adalah anak hasil zina. Dalil ini diambil dari firman Allah pada ayat ke 13. Az-zanim itu adalah al-da'i (yang keturunannya diragukan, tidak jelas).


Sedangkan dalam Surah Al Humazah ayat pertama, Allah mencela dan melaknat orang yang melakukan fitnah dan pengumpat, "Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,...". Dalam satu tafsir disebutkan al humazah juga berarti al-nammam (pelaku namimah/ fitnah).


Peringatan Rasul SAW kepada umatnya akan bahaya dan siksa bagi pelaku ghibah maupun namimah sungguh sangatlah banyak. Diantaranya sabda Nabi SAW. "Seorang nammam tidak akan masuk surga." Dalam hadis lain disebutkan, "Seorang Qattat tidak akan masuk surga". Qattat adalah pembohong dan penyebar fitnah, sama dengan an-nammam".

Dalam hadits yang lain lagi, Rasulullah bertanya kepada Sahabatnya,"Maukah kalian kuberitahu orang yang paling jahat dantarakalian? Para Sahabat menjawab, "Ya, tentu." Lalu Rasul SAW bersabda, "Ialah orang yang senang melakukan namimah (fitnah), yang suka merusak keharmonisan antar kekasih, dan yang nendorong orang baik hingga tergelincir pada aib (provokator)."

Abu Dzar Al Ghifari mengatakan bahwa Rasul SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang mengalamatkan satu kata saja kepada seorang muslim, yang dengan kata itu dia menodai si muslim tak hak (yang syar'i), maka kelak di hari kiamat Allah akan menodainya dengan kata di neraka."


Disarikan dari kitab Tashfiyatul Qulub min Daranil Awzar wadz-zunub, karya Syeikh Yahya bin Hamzah al Yamani, bab Bahaya Lisan.



Ayyuhal muslim, wahai saudara-saudari kami yang muslim. Yang semua kita mengaku diri umat Muhammad, umat terbaik. Kita yang menyebut diri kita sebagai agen, penjaga dan pembela Islam. Sudah saatnya kita merenungi untaian nasihat dan peringatan dari Allah serta Rasul-Nya akan bahaya dan besarnya kecelaan namimah (fitnah).

Fitnah tersebar dari mulut, jari tangan, serta layar handphone dan laptop. Melalui pemberitaan hoax dan konten yang berisikan ujaran kebencian. Tanpa melalui proses tabayun (cross-check) dan pembuktian. Jika ghibah Allah samakan dengan suatu perkara yang menjijikkan (memakan bangkai saudara sendiri), bagaimana dengan namimah (fitnah) yang jelas lebih parah celanya.

Semoga Allah menjaga lisan dan tulisan kita daripada dusta, ghibah dan namimah yang sangat tercela dalam agama.

No comments:

Post a Comment