DENGAN 6 HAL INI, SURGA MENDATANGI MU DAN NERAKA LARI DARI MU - TARBIYAH ONLINE

TARBIYAH ONLINE

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Monday, May 14, 2018

DENGAN 6 HAL INI, SURGA MENDATANGI MU DAN NERAKA LARI DARI MU


Seluruh manusia yang beriman dan percaya kepada hari akhir, surga dan neraka tentu sangat menginginkan surga serta berharap tidak mendekati neraka sama sekali. Lalu bagaimana jika ada amalan yang bisa dilakukan dan dikerjakan oleh umat Islam, surga yang akan mendatanginya, serta neraka yang akan lari darinya.

Amirul Mukminin, Saiyidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah meriwayatkan, "Siapa yang saja yang mengerjakan enam perkara, maka dia tidak perlu meminta surga dan tak perlu ia melarikan diri dari neraka. Enam perkara dimaksud adalah :
1. Setelah mengenal Allah Swt, ia mena'ati-Nya.
2. Setelah ia mengenal setan, dia mendurhakainya.
3. Setelah mengetahui tentang kebenaran, ia mengikutinya.
4. Setelah mengetahui kebathilan, ia menjauhinya.
5. Setelah ia mengenal dunia, ia menolaknya.
6. Setelah ia mengenal akhirat, ia bersungguh-sungguh mencarinya.

Dengan mengetahui pesan yang enam diatas, tampak betapa mudahnya surga diraih dan neraka dihindari. Kesemua itu adalah inti dari ajaran Islam, pokok dari kebaikan. Disana tertanam aqidah yang kokoh, amalan fiqih yang kuat dan tasawuf yang bersih.

Mengenal Allah Swt dengan segala kekuasaan-Nya, dengan segala rahmat dan azab-Nya tentu akan menggetarkan hati dan menundukkan jiwa. Raja dari segala raja yang harus dita'ati, setiap perintah dan larangan-Nya adalah mutlak.

Setan atau syaithan merupakan musuh bagi manusia. Ia yang selalu mengajak, merayu dan menipu umat manusia kepada kesesatan. Mengikutinya menjadi kerugian tersebar, terlebih setelah sepenuhnya sadar bahwa setan adalah musuh yang nyata.

Segala kebenaran bersumber dari Allah dan Rasul-Nya. Pembawa berita gembira dan penunjuk ke jalan yang benar. Alquran sebagai pedoman bagi umat manusia. Wajib bagi sekalian umat mengikutinya. Demikian juga dengan sunnah, dimana dengannya Alquran tampak semakin nyata. Perkataan Nabi Saw menjadi penjelas, perilakunya mencontohkan segala kebaikan dan kebenaran. Diam dan juga pembiarannya membuka ruang berpikir.

Kebathilan/ keburukan adalah lawan dari kebenaran. Tidak ada jiwa yang fitrah menginginkan berlakunya keburukan, kecuali nafsu-nasfu yang telah dikuasai setan. Maka lawanlah. Durhakai segala keburukan, jauhi, tinggalkan.

Dunia hanyalah alam fana. Wujudnya fatamorgana oase di tengah gurun tandus. Dunia suka menipu, dunia senang merayu umat manusia agar terbuai di dalamnya. Melupakan hakikat penciptaan. Kesenangan dunia berlaku sementara, tidak bijak bahi manusia berakal untuk mengejar dunia hingga melupakan kehidupan selanjutnya, dimana ia akan dihisab. Jadikanlah dunia sebagai ladang untuk bertani. Demi memanen hasilnya di kampung akhirat yang abadi.

Akhirat adalah kampung halaman, seluruh manusia yang pernah hidup, meski hanya sehela nafas, akan dibangkitkan di yaumil ba'ats, dimintakan pertanggungjawaban. Carilah akhiratmu di dunia.

Wallahu a'lam

Kitab Tashfiyatul Qulub min Daranil Awzar wadz-dzunub karya Syeikh Yahya bin Hamzah al Yamani (w.749)

No comments:

Post a Comment