10 FAEDAH MENAHAN LAPAR (PUASA) - TARBIYAH ONLINE

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Monday, May 14, 2018

10 FAEDAH MENAHAN LAPAR (PUASA)



Sebulan ke depan kita akan menjalani hari-hari dengan berpuasa. Menahan lapar dan dahaga sejak mulai dari terbit fajar (subuh) hingga tenggelamnya matahari (maghrib).
Menahan lapar tentu bukanlah perkara gampang. Namun demikian ternyata banyak sekali faedah bagi diri dengan menahan lapar. Puasa adalah cara terbaik untuk mengendalikan nafsu yang liar.

Dalam kitab Tashfiyatul Qulub ... Syeikh Yahya bin Hamzah al Yamani Adz-Dzimari menuturkan ada setidaknya 10 manfaat dan faedah daripada menahan lapar (puasa), sebagai berikut:


Faedah yang pertama, membeningkan hati, mempertajam matahati dan menyalakan bakat. Karena sebaliknya, kenyang menimbulkan kedunguan dan membutakan hati, memperbanyak uap pada otak melalui enzim-enzim sehingga karenanya hati dan benak akan kesulitan untuk berpikir. Orang kenyang kebanyakan berat dan malas berpikir.


Faedah yang kedua, melembutkan hati. Hati yang lembut akan dengan mudah merasakan manisnya munajat kepada Allah Swt. Ada banyak zikir lisan yang menuntuk hadirnya hati, namun malah terasa kering kerontang, akibat hati tak mampu terpengaruh. Mengosongkan perut (puasa) adalah cara yang paling baik untuk melembutkan hati.

Faedah yang ketiga, menimbulkan rasa hina dan patah hati. Ia akan melenyapkan kesombongan dan kecongkakan yang merupakan sumbu dari kezaliman serta kelalaian kepada Allah swt.

Faedah keempat, mengingatkan siksa Allah dan mereka yang mendapatkan bala (ahli bala). Kenyang akan menyebabkan lupa kepada orang-orang yang merasakan kelaparan. Rasa lapar dan haus akan memberikan gambaran kepadanya dahsyatnya sakratul maut dan perihnya siksa neraka. Dimana di dalamnya ia yang dalam keadaan disiksa hanya diberikan makan dari pohon dzaqqum adh-ahri (pohon untuk makanan ahli neraka yang berduri) dan minuman al ghassaq (air yang teramat dingin).

Faedah yang kelima, menjadi penghancur syahwat kemaksiatan dan mengalahkan nafsu pemicu tindakan jahat dan maksiat. Sebab, punca dari segala maksiat adalah nafsu syahwat. Syahwat bergerak bersebab kekuatan, dan kekuatan didapat melalui makan. Maka mengurangi makan dengan menahan lapar (puasa) akan menjadikan syahwat melemah.

Faedah yang keenam, lapar menghilangkan kantuk dan menjadikan mata tetap terjaga. Tentu saja hal ini dibutuhkan bagi pencari rahmat Tuhan di malam hari. Para shiddiqin mensedikitkan makan dan minum agar mereka kuat berjaga demi bersimpuh dan beribadah kepada Allah 'Azza wa jalla. Dan tidur yang banyak bakal menghilangkan banyak kesempatan dan ketersediaan umur.

Faedah yang ketujuh, rasa lapar akan memudahkan ketekunan dalam beribadah, sedangkan kenyang akan menjadikan malas. Makan tentu akan menghabiskan waktu kepada hal yang selain ibadah. Dimulai dari membeli dan/ atau memasak, mencuci tangan, mengunyah hingga bolak-balik ke jamban. Bagi para mujahidin dan 'abidin (pejalan di jalan ibadah) waktu akan selalu diusahakan menjadi peluang beribadah.

Faedah yang kedelapan, puasa menyehatkan badan dan menangkal berbagai penyakit. Karena kebanyakan penyakit berasal dari endapan ampas makanan di dalam perut dan usus. Sakit akan menghambat ibadah dan aktivitas.

Faedah yang kesembilan, lapar menunjukkan sikap hemat (meringankan suplai). Orang yang sedikit makan, ia dapat hidup dan merasa cukup dengan sedikit harta. Sedangkan bagi mereka yang banyak makan, hidupnya terus dihantui pertanyaan "apa yang harus kumakan hari ini?" Tuntutan untuk kenyang, juga akan membuka matanya kepada hal-hal yang idak baik, seperti ketamakan. Tamak merupakan puncak kehinaan.

Faedah yang kesepuluh, lapar akan menggugah rasa sosial ('itsar), mengutamakan orang lain diatas kepentingannya pribadi. Hal ini akan membuka ruang ibadah berupa sedekah kepada anak yatim dan fakir miskin. Makanan yang ia miliki bisa dibagikan, harta yang ia punya bersedia disedekahkan. Hal ini dikarenakan ia merasa cukup dengan makanan yang sedikit.

Demikian 10 faedah daripada menahan lapar (berpuasa). Dalam satu riwayat disebutkan, dengan makna: Rasul berdo'a kepada Allah swt agar ia dijadikan lapar sehari, dan kenyang sehari. Ketika ia Saw ditanya, ia menjawab, karena rasa lapar dan dahaga akan mengingatkan ku kepada mereka yang lebih membutuhkan (anak yatim dan fakir miskin).

Wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment