Seri Sirah Nabawiyah | Perang Pertama yang Diikuti oleh Nabi SAW Bukanlah Perang Badar, Lalu? - TARBIYAH ONLINE

Terbaru

Sunday, November 19, 2017

Seri Sirah Nabawiyah | Perang Pertama yang Diikuti oleh Nabi SAW Bukanlah Perang Badar, Lalu?


Tarbiyah.online | Kebanyakan kaum muslimin mengira perang yang pertama kali dilakukan dan diikuti oleh Nabi SAW adalah perang Badar. Ternyata selama ini kita salah besar. Perang Badar, bukanlah perang pertama Muhammad, melainkan perang pertama Nabi SAW bersama kaum muslimin memerangi kekufuran kaum kafir Quraiys. Di kesempatan lain kita akan menuliskan khusus bagaimana cerita perang badar, dan perang lainnya yang dikomandoi langung oleh Nabi SAW bersama kaum Muslimin. Insyaa Allah.

Jadi apa perang pertama yang diikuti oleh Nabi SAW..?
Perang yang pertama kali diikuti oleh Nabi SAW dikenal dengan nama Perang Fijar. Perang mempertahankaan Ka'bah Baitullah dan kota Mekkah yang dilakukan bersama-sama oleh bangsa Quraiys. Dikomandoi oleh paman-paman Nabi SAW yang senior.

Saat itu, usia Nabi SAW masih relatif muda. Beberapa mengatakan usianya masih belasan, 14 atau 15 tahun. Ia bersama pamannya yang sebaya dengannya, Hamzah ikut serta dalam perang secara aktif. Ikut mengumpulkan busur-busur panah dan berada di garda depan, dalam pasukan membantu paman-pamannya dari bani Hasyim yang bertanggung jawab menjaga Mekkah. Musuhnya adalah kaum komplotan yang dipimpin oleh Qais Ailan.

Perang ini berlangsung empat kali dalam rentang waktu empat tahun. Penduduk Mekkah semuanya panik dan merasa terancam.

Kedekatan Muhammad Dengan Seluruh Pamannya

Sebelum kenabian, Muhammad memang dekat dengan seluruh paman-pamannya. Hamzah adalah teman sepersusuannya, sedangkan Abbas berumur sedikit lebih tua dari Muhammad SAW. Tidak mengherankan jika ada keponakan yang sebaya dengan sang paman.

Hamzah adalah anak dari saudari ibu Nabi SAW, Aminah. Ketika Abdul Mutthalib hendak meminang Aminah untuk putranya (Ayah Nabi SAW), Abdul Mutthalib juga ikut meminang saudari Aminah untuk menjadi istrinya sendiri. Maka dari itu, kelahiran sang paman Hamzah -yang dikenal sebagai Singa Allah dan Rasul-Nya di kemudian hari- dan Muhammad SAW berdekatan.

lalu bagaimana dengan Abu Lahab yang menjadi musuh Nabi SAW di masa kerasulan? Abu Lahab termasuk paman yang sangat mencintai Muhammad. Buktinya, dimalam kelahiran Nabi SAW, Tsuwaibah berlarian ke arah majikannya, Abu Lahab untuk memberitakan kelahiran Muhammad. Saking senangnya Abu Lahab, ia memerdekakan Tsuwaibah selaku budaknya di saat itu juga.

Riwayat tentang ini terdapat dalam Shahih Muslim. Bahkan dalam riwayat lain diterangkan, Abu Lahab yang notabene musuh Islam mendapatkan keringanan azab dalam kuburnya setiap malam senin, dengan sebab kegembiraannya menyambut Bayi Mulia Muhammad SAW. Meskipun status riwayat ini masih dipertentangkan tingkat kedha'ifannya.

Semua paman-paman Muhammad memang sangat menyayangi beliau SAW. Hal ini bisa dilihat kembali di tulisan kami saat Muhammad kecil diasuh oleh sang Kakek Abdul Muththalib. Pesan dari sang kakek, mejadi hal utama, ditambah lagi kondisi Muhammad kecil yang ditinggal oleh dua orangtuanya, dimana mereka datang menyambut penuh haru dan iba Muhammad yang kembali dari Madinah saat itu.

Dan, cahaya kenabian pada karakternya yang super baik, sangat dipercaya dan dihormati oleh setiap manusia bahkan seluruh makhluk di dunia ini ikut mengambil peran dalam membangun rasa cinta anak-anak Abdul Muththalib kepada Muhammad SAW.

Sejauh ini, kisah yang tertuliskan masih berkutat pada suasana dan kondisi Nabi Muhammad SAW ketika muda dan sebelum menikah.

Insyaa Allah, setelah ini, kita akan langsung memasuki pada kisah cinta Muhammad dan Khadijah yang penuh dengan kemuliaan dan keteladaan.

No comments:

Post a Comment