Sepotong Kisah Lahir Nabi di Dhiyaul Lami’ - TARBIYAH ONLINE

TARBIYAH ONLINE

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Wednesday, November 8, 2017

Sepotong Kisah Lahir Nabi di Dhiyaul Lami’

Maulid Dhiyaullami' bi Maulidin Nabi Syaafi' tentang nasab dan kelahiran Nabi Musthafa SAW:


لَمَّا دَ نَا وَ قْتُ الْبُرُو ز  ِلأَ حْمَدٍ
عَنْ   إِذْنِ   مَنْ   مَا شَاءَ هُ   قَدْ   كَانَـا

Ketika telah dekat waktu kelahiran Ahmad (saw) dari Izin Nya,
yang apabila menghendaki sesuatu tidaklah akan terhalang,

حَمَلَتْ   بِهِ  اْلأُ مُّ   اْلأ َمِينَةُ   بِنْتُ   وَ هـب   مَنْ   لَهَا  أَعْلَى  اْلإِ لهُ  مَكَانَا
مِنْ   وَ الِدِ   الْمُخْتَارِ   عَبْدِ  اللّهِ  بْنِ
عَبْدٍ   لِمُطَّلِبٍ   رَ أَى  الْبُرْ هَانَا

Ia (saw) berada di dalam kandungan Sang Ibu Aminah binti Wahb, yang baginya telah

 Allah Muliakan Martabatnya (sebagai ibu bagi sebaik baik ciptaan),
Dari ayah Sang Hamba yang terpilih (saw), yaitu (ayahnya itu) Abdullah bin Abdul Muthalib

 yang melihat tanda-tanda (Isyarat Kenabian)

قَدْ   كَانَا  يَغْمُرُ   نُورُ  طهَ   وَجْهَهُ
وَسَرَ ى  إِلَى  اْلاِ  بْنِ  الْمَصُونِ   عَيَانَا

Telah terjadi bahwa wajahnya (ayahnya) diterangi Cahaya Thaahaa (saw) yang kemudian

berpindah kepada Sang Anak yang terjaga ini (cahaya itu) terlihat dengan jelas

وَهُوَ ابْنُ   هَاشِمٍ   الْكَرِ  يمِ   الشَّهْمِ  بْنِ
عَبْدِ  مَنَافٍ   اِبْنِ   قُصَيٍّ    كَانَا
وَ الِدُ هُ   يُدْعَى  حَكِيمًا  شَأْ نُهُ
Dan dia adalah keturunan Hasyim yang Mulia dan Perkasa ,
putra Abdu Manaaf, Keturunan Qushay yang dahulu,
Ayahnya digelari Hakiim (orang yang adil) dan kepribadiannya telah termasyur,
maka berbanggalah dengan kepribadian itu,

قَدِ  اعْتَلَى   أَعْزِزْ   بِذ لِكَ  شَانَا
وَاحْفَظْ  أُصُو لَ  الْمُصْطَفَى  حَتَّى   تَرَى
فِي  سِلْسِلا َتِ   أُصُو  لِهِ   عَدْنَانَا
فَهُنَاكَ  قِفْ   وَ اعْلَمْ    بِرَ فْعِهِ     إِ لَى  السْـمَاعِيلَ     كَانَا  لِلأَبِ   مِعْوَ انَا

Dan hafalkanlah silsilah keturunan Nabi yang Terpilih hingga kau temukan

silisilahnya pada (datuknya) Adnan, Apabila telah sampai kepada Adnan maka berhentilah, (bahwa setelah Adnan,
banyak riwayat yang berbeda) dan ketahuilah bahwa nasabnya bersambung hingga
Ismail As (putra Ibrahim As) yang telah menjadi pendukung Ayahnya (Ibrahim As),

وَ حِينَمَا  حَمَلَتْ   بِهِ   آمِنَةٌ
لَمْ   تَشْكُ  شَيْئًا  يَأْ خُذُ   النِّسْوَ انَا
وَبِهَا  أَحَاطَ   اللُّطْفُ   مِنْ  رَ بِّ   السَّمَا
Dan ketika Aminah (ra) mengandungnya (saw) tidaklah Ia (Ibundanya ra)
merasa sakit sebagaimana keluhan wanita hamil,
Baginya (Aminah ra) selubung Kelembutan dari Allah Pemelihara Langit, hilanglah
 segala gangguan, kegelisahan dan kesedihan,
Kemudian ia (Aminah ra) menyaksikan sebagaimana yang telah diketahuinya, bahwa
Yang Maha Pemelihara telah memuliakan Alam Semesta

أَ قْصَى  اْلأَ ذَى  وَ الْهَمَّ   وَ اْلأَ حْزَ انَا
وَ رَ أَتْ   كَمَا  قَدْ  جَاءَ  مَا عَلِمَتْ   بِهِ
أَنَّ   الْمُهَيْمِنَ   شَرَّ فَ   اْلأَ  كْوَ انَا
بِالطُّهْرِ   مَنْ   فِي   بَطْنِهَا   فَاسْتَبْشَرَ تْ
وَ دَ نَا  الْمَخَاضُ   فَأُتْرِ عَتْ   رِ ضْوَ انَا
وَ  تَجَلَّتِ   اْلأَ  نْوَ ارُ   مِنْ    كُلِّ  الْجِهَاتِ   فَوَ قْتُ   مِيلاَ دِ   الْمُشَفَّعِ   حَانَا

Dengan kesucian bayi di dalam kandungannya, maka iapun bergembira ketika telah dekat saat saat kelahiran, maka berluapanlah limpahan keridhoan Nya,
(Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, 4X)

Maka Muncullah Cahaya Cahaya dari segala penjuru dan Detik Kelahiranpun tiba,

وَقُبَيْلَ   فَجْرٍ   أَبْرَ زَتْ   شَمْسُ  الْهُدَى
ظَهَرَ  الْحَبِيبُ   مُكَرَّ  مًا  وَ مُصَانَا

Beberapa saat sebelum terbitnya fajar Muncullah Matahari Hidayah, Lahirlah Sang Kekasih yang Termuliakan dan Terjaga,


سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلاَ إلهَ  إِلاَ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ   أربعًا
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِـاللهِ الْعَلِيِّ الْعَطِيمِ  فِـي كُــلِّ لَـحْظَةٍ أَبَدًا
عَدَدَ خَلْـقِهِ وَرِضَا نَـفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْ شِهِ وَ مِدَادَ كَـلِمَاتِهِ.
صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد  صَلَّى الله عَلَيْهِ  وَسَلَّم

Bershalawat Allah kepada (Nabi) Muhammad
Bershalawat Allah padanya dan memberi salam sejahtera 3x)


يَا نَبِي  سَلاَ  مُ  عَلَيْكَ  يَا رَسُو ل   سَلاَ  مُ   عَلَيْكَ
يَا  حَبِيب  سَلاَ  مُ  عَلَيْك  صَلَو اتُ اللّه عَلَيْكَ

Wahai Nabi salam sejahtera bagimu,  Wahai Rasul salam sejahtera bagimu.
Wahai Kekasih salam sejahtera bagimu,  Shalawat Allah bagimu


أَبْرَ زَ    اللّهُ    الْمُشَفَّع  صَاحِبُ   الْقَدْ رِ   الْمُرَ  فَّع
فَمَلاَ   النُّو رُ   النَّوَ احِي عَمَّ   كُلَّ  الْكَوْنِ أَجْمَع

Telah tiba dengan kehendak Allah sang penberi syafa’at, Yang memiliki derajat yang dimuliakan.
Maka limpahan cahaya memenuhi segala penjuru, Meliputi seluruh alam semesta.

نُكِسَتْ    أَصْنَامُ    شِرْ كٍ  وَ بِنَا الشِّرْ كُ   تَصَدَّ ع
وَ  دَ نَا  وَ قْتُ   الْهِدَ ايَة  وَ حِمَى الْكُفْرِ تَزَعْزَ ع

Maka berjatuhanlah patung-patung berhala di ka’bah, Dan tumbanglah sendi-sendi kemusyrikan.
Maka dekatlah saat-saat petunjuk, Dan benteng kekafiranpun berguncang

مَرْ حَبًا  أَهْلاً  وَ سَهْلا  بِكَ   يَا  ذَا  الْقَدْرِ  اْلأَ رْ فَع
يَا إِمَامَ   اهْلِ   الرِّ سَالَة  مَنْ   بِهِ   اْلآ فَاتِ  تُدْ فَع

Salam sejahteralah atas kedatanganmu, Wahai sang pemilik derajat yang mulia.
Wahai Imam dan pemimpin para Rasul, Yang dengannya bencana-bencana terhapuskan.

أَنْتَ   فِي  الْحَشْرِ   مَلاَ ذٌ  لَكَ    كُلُّ   الْخَلْقِ   تَفْزَ ع
وَ يُنَادُ ونَ   تَرَ ى   مَا قَدْدَهَى مِنْ هَوْلٍ أَفْظَع

Engkaulah satu-satunya harapan di hari Qiamat, Kepadamulah seluruh

 ciptaan berlindung dari kemurkaan Allah.

طَلَعَ الْبَدْرُ  عَلَيْنَا  مِنْ ثَنِيَّةِ الْوَ دَاع
وَ جَبَ الشُّكْرُ عَلَيْنَا  مَا دَ عَا لِلّهِ دَاع

Kemudian mereka datang memanggil-manggilmu dengan penuh harapan,

 Ketika menyaksikan dahsyatnya kesulitan dan rintangan.

فَلَهَا  أَنْتَ  فَتَسْجُد  وَ تُنَادَ ى   أشْفَع   تُشَفَّع

Maka karena itulah engkau (SAW) bersujud kehadirat Tuhanmu,
Maka diserukan kepadamu berikanlah syafa’at, karena engkau diizinkan memberi syafa’at.

فَعَلَيْكَ   اللّهُ   صَلَّى    مَا بَدَ ى النُّو رُ  وَ شَعْشَع

Maka atasmu limpahan shalawat dari Allah, Selama

cahaya masih bersinar terang benderang.

وَ بِكَ   الرَّ حْمنَ   نَسْأَل وَ  أِلهُ   الْعَرْشِ   يَسْمَع

Dan denganmu (SAW) kami memohon kepada Ar Rahmaan,
Maka pencipta Arsy mendengar do’a kami.

يَا عَظِيمَ   الْمَنِّ   يَا رَ بّ شَمْلَنَا بِالْمُصْطَفَى اجْمَع
Wahai pemberi anugerah yang mulia, Wahai Tuhan,
Kumpulkanlah kami dengan AlMusthafa (SAW).

وَ بِهِ   فَا نْظُرْ إِلَيْنَا  وَ اعْطِنَا  بِه  كُلَّ   مَطْمَع

Dan demi Dia (SAW), maka pandanglah kami dengan kasih sayangmu,
Dan berilah kami segala yang kami inginkan.

وَ ا كْفِنَا  كُلَّ   الْبَلاَ  يَا وَ ادْ فَعِ اْلآ  فَاتِ   وَ ارْفَع

Dan hindarkanlah kami dari segala bencana, Dan jauhkanlah

segala kesulitan, dan angkatlah sejauh-jauhnya

رَبِّ  فَا غْفِرْ لِي  ذ ُنُو  بِـي  بِبَرْكَةِ  الْهَادِي  الْمُشَفَّع

Dan siramilah Wahai Tuhanku serta tolonglah kami
 .Dengan lebatnya curahan rahmat- Mu


وَ اسْقِنَا  يَا  رَبّ أَغِثْنَا  بِحَيَا  هَطَّالِ   يَهْمَع
وَ اخْتِمِ   الْعُمْرَ   بِحُسْنَى وَاحْسِنِ الْعُقْبَىوَمَرْجَع

Dan akhirilah usia kami dengan husnul khatimah,
Dan terimalah kami dengan baik saat kembali kepada- Mu 

وَ صَلاَ ةُ   اللّهِ   تَغْشَى مَنْ  لَهُ  الْحُسْنُ  تَجَمَّع

Dan terlimpahlah shalawat dari Allah,  Baginya (SAW) yang kepadanya terkumpul segala kebaikan.


أَ حْمَدَ   الطُهْرَ وَ آلِه  وَ الصَّحَابَة   مَالسَّنَا شَع

Ahmad yang tersuci serta keluarganya

Dan sahabatnya sebanyak pijaran cahaya.

اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه

Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,


***
Dikutip dari Kitab Maulid Dhiyaullami' susunan Habib Umar bin Hafiz

No comments:

Post a Comment